Hukum Kawin dengan Wanita Hamil Diluar Nikah

Posted by Kang Mujib on 10:33 PM, 29-May-13 • Under: Fiqih

311284-527374413941741-55.jpg

Di zaman yang katanya modern seperti sekarang ini banyak sekali kasus hamil pra nikah, penyebabnya tentu karna pergaulan bebas yang kelewat batas, keluar jauh dari garis-garis yang disyariatkan oleh Islam. Sebenarnya, kondisi seperti ini merupakan salah satu bentuk "jahiliyah modern", suatu keadaan dimana anak-anak muda sekarang mengalami krisis moral spiritual. Padahal Islam sudah menyediakan jalan terbaik berupa pernikahan, bukan dengan zina yang justru merendahkan martabat seseorang di hadapan Allah maupun manusia.

Tentang Hukum Kawin Hamil, yaitu kawin dengan seorang wanita yang hamil di luar nikah baik dikawini oleh laki-laki yang menghamilinya, maupun oleh laki-laki lain, dilihat dari perpektif fiqih, para ulama berpendapat:

Ulama madzhab empat (Syafi'i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali) berpendapat bahwa perkawinan keduanya sah dan boleh bercampur sebagai suami istri, dengan ketentuan, bila yang mengawininya itu adalah pria yang menghamilinya.

Ibnu Hazm berpendapat bahwa keduanya boleh (sah) dikawinkan dan boleh pula bercampur, dengan ketentuan, bila telah bertaubat dan menjalani hukuman dera (cambuk), karena keduanya telah berzina.

Selanjutnya, mengenai pria yang kawin dengan wanita yang dihamili oleh orang lain, berikut pendapat para ulama:

Imam Abu Yusuf mengatakan, keduanya tidak boleh dikawinkan. Sebab bila dikawinkan perkawinannya itu batal. Pendapat beliau ini didasarkan pada Q.S An-Nur ayat 3.

Ibnu Qudamah mengatakan, seorang pria tidak boleh mengawini wanita yang diketahuinya telah berbuat zina dengan orang lain, kecuali dengan dua syarat:
1. Wanita tersebut telah melahirkan, bila ia hamil. Jadi dalam keadaan hamil ia tidak boleh kawin.
2. Wanita tersebut telah menjalani hukuman dera (cambuk), apakah ia hamil atau tidak.

Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i berpendapat bahwa perkawinan itu sah, karena (si wanita) tidak terikat perkawinan dengan orang lain (tidak ada masa iddah). Wanita itu juga boleh dicampuri, karena tidak mungkin nasab bayi yang dikandung itu ternodai oleh sperma suaminya. Sedangkan bayi tersebut bukan keturunan orang yang mengawini ibunya itu.

Jadi, status anak itu adalah anak zina, bila pria yang mengawini ibunya itu bukan pria yang menghamilinya.

Namun bila pria yang mengawini ibunya itu adalah pria yang menghamilinya, maka terjadi perbedaan pendapat:
1. Bayi itu termasuk anak zina, bila ibunya dikawini setelah usia kandungngannya berumur 4 bulan ke atas. Bila kurang dari 4 bulan, maka bayi tersebut adalah anak suaminya yang sah.
2. Bayi itu termasuk anak zina, karena anak itu anak di luar nikah.

Dalam Kompilasi Hukum Islam, masalah ini dijelaskan dalam pasal 53 ayat 1-3 sebagai berikut:

1. Seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya.
2. Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya
3. Dengan dilangsungkannya perkawinan saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.

Referensi:
-Abd. Rahman Ghazaly, Fiqh Munakahat (Jakarta Timur: Prenada Media, 2003) 124-128
-NU Online

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

13 responses to "Hukum Kawin dengan Wanita Hamil Diluar Nikah"

link yudi on 10:35 PM, 29-May-13

Nice artikel ya sob.. sukses jg buat adminnya smile

Berita Dunia on 11:37 PM, 29-May-13

Owh gitu ya sob" tapi kalau bisa jgn sempat terjadi hal demikian ya sob" Bagaimanapun itu tetap dosa"

amin on 02:06 AM, 30-May-13

tanhks infonya sob..

Firdaus Umar on 03:58 AM, 30-May-13

hukum dera,, waw rasanya gimana tuh. sad

arillz on 06:12 AM, 30-May-13

Lhah, kalu dah anak zina gimana jadinya sob?

artikelnya bermanfaat sob, tp kurang mudeng..

STENLI ϟ on 02:26 PM, 30-May-13

Jngan sampai kyak gtu di daerah saya...


http://wow.kenadeh.com

αģυş çāђyα ήυģгāђα on 04:34 PM, 30-May-13

Dgn melihat tulisan ini mari memohon bimbingan kpd Allah SWT agar kita menemukan pendamping hidup yang diridhoi rolleyes

CueMz on 09:54 PM, 30-May-13

Pertamax biggrin

Ijin nyimak aja ndroo razz

hamzah aljumfuti on 10:59 AM, 31-May-13

Assalamu alaikum
Met pagi sob semga selalu sehat walafiyat, post yg bagus sob. Terimakash telah berbagi lanjutkan.
D tnggu kunbalnya ;D
Wassalamu alaikum

Taj Saja on 11:47 AM, 31-May-13

anak zina:
1. Tidak ada silsilah bapak. Alias anak bin ibunya.
2. Tidak menerima warisan dari suami ibunya.
3. Bila perempuan, tidak boleh dinikahkan oleh suami ibunya.
4. Suami ibunya boleh menikahinya walaupun laki2 (suami) itu yg berzina dengan ibunya dulu.
5. Dll

MURIM on 11:39 PM, 31-May-13

Manpangat inponya, ngomong2 ak dah memfolow blog mu kawan,aku tunggu folbacknya ya..

Endang on 04:49 PM, 21-Jun-13

dgn adanya info tsb smg kita semua sadar dan berhati-hati agar terhindar dari perbuatan zina,.,maka islam melarang pacaran.,agar terhindar dr zina.

Ahmad Abdul Mujib on 07:53 AM, 24-Jun-13

@Endang,
betul sekali,

Subscribe to comments feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(Some BBCode tags are allowed)