Pengertian Taharah dan Dasar Hukumnya

Posted by Kang Mujib on 05:26 PM, 11-May-13 • Under: Fiqih

bismillahi.png

Taharah menurut bahasa berarti bersih dari kotoran yang tampak mata (lahiriah) seperti najisnya buang air dan sebagainya, atau dari kotoran ma'nawi seperti maksiat. Sedangkan Taharah secara istilah dapat kita lihat dari beberapa definisi para ulama ini:

1. Menurut al-Zuhayli:
"Taharah ialah pembersihan dari najis baik yang nampak (haqiqi) yaitu kotoran, maupun yang tidak tampak (hukmi) yaitu hadats"

2. Menurut Malikiyah dan Hanabilah:
"Taharah ialah menghilangkan hadats atau najis yang dapat menghalangi keabsahan shalat atau hanya sebatas menghilangkan status hadats dan najis dengan debu.

3. Menurut An-Nawawi:
"Taharah ialah menghilangkan hadats atau najis atau yang sejenis dengan keduanya dan dalam bentuk yang menyerupai keduanya"

Berdasarkan definisi taharah dari para ulama diatas bisa diketahui bahwa secara garis besar taharah dibagi menjadi dua, yaitu "taharah lahiriyah" dan "taharah hukmiyah".

Taharah lahiriyah ialah suci dari najis (sesuatu yang dianggap kotor/menjijikkan oleh agama), meliputi kebersihan tubuh, pakaian, dan tempat. Sedangkan taharah hukmiyah ialah suci dari hadats (suatu keadaan yang mengharuskan seseorang wudlu, mandi wajib, atau tayamum).

Dasar Hukum Taharah

Dalam al-Qur'an:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur". (QS: Al-Maidah Ayat: 6)

"Dan Allah menurunkan kepadamu air (hujan) dari langit untuk mensucikan kamu dengan air tersebut". (QS. al-Anfal: 11)

Dari Hadits

"Bersuci merupakan bagian dari implementasi iman" (HR. Muslim)

Isnatin Ulfah, Fiqih Ibadah: Menurut al-Qur'an, Sunnah, dan Tinjauan Berbagai Madzhab (Ponorogo: STAIN Po. Press, 2009) hal., 8-11.

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

3 responses to "Pengertian Taharah dan Dasar Hukumnya"

Vector [05:46 PM, 11-May-13]

Coool

hamzah aljumfuti [06:00 PM, 11-May-13]

d tnggu bab slanjtnya kang. Salam aswaja

Berita Dunia [11:34 PM, 11-May-13]

Yang lebih penting bersih secara rohani" buat apa bersih badan tapi hati busuk"

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)